Posted on Juni 18, 2008 by pondokkami
Suatu ketika seorang anak menghampiri ibunya di dapur…..
ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya…..
Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan lap….
Ia pun membacanya dan inilah tulisannya :
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on Juni 18, 2008 by pondokkami
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh [...]
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on Juni 18, 2008 by pondokkami
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari , orangtuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Yang mencintaiku lebih dari aku mencintainya.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya, aku mencuri [...]
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on Juni 18, 2008 by pondokkami
Ust. Anis Matta, Lc
Bismillahirrahmaani rrahiim,Ikhwan dan Akhwat sekalian,
Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Allah di pagi hari ini, walaupun kemarin saya ragu-ragu, apakah saya bisa hadir hari ini atau tidak. Istri saya sakit demam berdarah dan dirawat di rumah sakit hingga hari ini. Alhamdulillah, hari ini ada perbaikan sedikit dan bisaditinggal. Selain itu, rasanya sudah rindu [...]
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on Juni 18, 2008 by pondokkami
by Mother Theresia
Bila engkau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egoismu.
Biar begitu, tetaplah bersikap baik….
Bila engkau jujur dan berterus terang, orang mungkin akan menipumu.
Biar begitu, tetaplah berbuat jujur dan berterus terang….
Bila engkau sukses, mungkin engkau akan mendapat teman-teman palsu dan musuh-musuh sejati.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on Juni 18, 2008 by pondokkami
Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi
“Cinta yang tulus di dalam hatiku,
Telah bersemi karena-Mu
Hati yang suram
kini tiada lagi
Tlah bersinar karena-Mu
Semua yang ada pada-Mu
Membuat diriku
tiada berdaya
Hanyalah bagi-Mu
Hanyalah untuk-Mu
Seluruh hidup
dan cintaku…”
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on Juni 18, 2008 by pondokkami
Mendengar anggota keluargaku ngomel-ngomel dirumah,
berarti aku masih punya keluarga yang utuh
Merasa lelah dan pegal linu setiap sore,
sebab itu berarti aku mampu bekerja keras.
Membersihkan piring dan gelas kotor setelah
menerima tamu dirumah,
karena itu berarti aku dikelilingi teman-teman.
Pakaianku terasa agak sempit,
karena itu berarti bahwa makanku cukup kenyang.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on Juni 18, 2008 by pondokkami
Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar [...]
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on Juni 18, 2008 by pondokkami
Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, Lihat saja peraturan dibawah ini :
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan
melahirkan anak.
6. [...]
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 1 Komentar »
Posted on Juni 18, 2008 by pondokkami
Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk
sekolah anak-anak cacat,
ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana
menghantarkan satu pidato yang
tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri
acara itu. Setelah
mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat
satu topik:
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »